Background Image

Kafe Batavia Atmosfir Masa Lalu yang Abadi

Apa yang biasanya Anda bayangkan ketika melintas di kota tua ? Bayangan akan kota tua dengan bangunan yang kusam dan rusak segera sirna saat berada di kawasan kota tua ini. Selain bangunan Fatahillah nan megah, beberapa museum dan pepohonan yang rindang tertata apik di sana. Sebuah bangunan peninggalan kolonial Belanda yang dulu salah satu pusat pemerintahannya hadir dengan keunikannya tersendiri.

Krisendramedia – Terletak tepat di sebrerang Museum Fatahillah, persis di sebelah Kantor Pos, berdiri bangunan abad 18 yang telah menjelma menjadi sebuah kafe unik dan cantik. Kafe Batavia, hadir dengan suasana kolonial tempo dulu yang begitu kolosal.

Didirikan sekitar tahun 1805, bangunan yang kali pertama digunakan sebagai Kantor Pemerintahan Belanda pada tahun 1850 itu, sempat pula berubah fungsi menjadi sebuah galeri dan tempat tinggal selepas penjajahan Belanda. Kendati banyak bangunan tua di kawasan Kota tersebut yang berubah fungsinya. Namun bangunannya, tetap dilestarikan seperti sediakala.

Begitu pula dengan Kafe Batavia yang tak banyak direnovasi agar tetap terjaga keutuhan dan kelestarian bangunannya yang banyak terdapat historis di dalamnya. Bangunan kafe tersebut, tercatat sebagai salah satu dari 10 besar bangunan tua sedunia yang dilestarikan sebagai restoran hingga kini.

Historis Nan Romantis

Atmosfir Batavia di masa lalu, masih begitu terasa di kafe yang mulai didirikan pada tahun 1993 itu. Aneka sofa berukuran besar dengan tambahan stage dan grand piano di lantai dasar, membawa kita pada suasana romantic dramatic. Beberapa pengaturan furniture, hiasan dinding, lampu, cermin pada dinding, serta jajaran foto berbingkai, begitu tertata apik.

Sekitar 500 foto yang terpajang hampir menyelimuti seluruh bagian dinding kafe. Mulai dari lantai dasar, lantai dua, hingga dinding restroom pria dan wanita. Sehingga nuansa romantis pun kian terasa pada kafe yang berkonsep art deco ini.

Pada lantai duanya, dining room tersedia untuk para tamu. Dengan mencerminkan penataan clean and classic, model square table terletak sejajar dengan jendela dan sengaja ditata untuk 2 orang tamu. Dari sana, tamu bisa memandang ke luar dengan leluasa sembari menikmati santapan. Sedangkan pada bar, tampak kulit sapi khas Belanda yang menempel pada bagian bawahnya. So beautiful and unique !

Ada juga round table untuk keluarga dan square table dengan 4 kursi. Berkapasitas hingga 150 orang, dengan tambahan standing party yang bisa mencapai 500 orang, membuat kafe ini kerap dipesan tamu untuk acara-acara pribadi atau acara khusus kalangan tertentu dan acara pernikahan.

Musik, Suasana dan Menu Penggungah Selera

Musik berirama swing maupun waltz, ataupun sederet tembang dari Connie Francis, terdengar mendayu-dayu di segenap ruangan. Sajian musik ini bakal memanjakan telingan Anda hingga dibawa pada nuansa kolonial. Apalagi bila ditemani dengan segelas minuman yang manis dan menyegarkan seperti es campur Batavia ini.

Kafe Batavia mulai buka pukul 10.00 WIB hingga melayani tamu terakhir. Dan saat weekend mulai hari Jum’at sampai Minggu, Kafe Batavia buka mulai pukul 08.00 WIB. Suasana pun semakin semarak dengan adanya live music yang selalu dinanti para tamu yang selalu bertandang ke kafe tersebut.

Berbagai menu pilihan tersedia di kafe tersebut. Menu aneka Steik yang menjadi favorit para tamu, dimsum, sandwiches, pasta, soup dan salad. Ada juga yang tak boleh dilupakan adalah poffertjes dengan es krim yang lekker

Pada minumannya ada mocktail Batavia punch yang berisi paduan jus nanas, soursop jus, lemon jus dan sirup melon yang nikmat. Ada lagi caffee latte yang mampu menghangatkan tubuh, serta carribean punch dan iced capucino yang seger untuk dinikmati pada siang hari.

Penghargaan Kafe Batavia

Tak hanya warga lokal yang bertandang ke kafe ini. Para ekspatriat juga sering mengunjunginya. Selain makanan yang cocok bagi mereka, tempat yang begitu art juga telah menjadi bagian lengkap berada di kafe ini. Karena keunikan kafe tersebut, tepat di tanggal 13 Oktober 1994 kafe Batavia mendapat gelar The World Best Bar Award dan 21 Oktober 1996 kembali mendapat gelar The Best Restaurant dan second runner up Best Fine Dining Restaurant oleh Majalah Newsweek AS.

Tak hanya itu, kafe ini juga dinobatkan sebagai The Best Award dari Majalah Jakarta Kini di tahun 2003 dan penghargaan The Best Bar Topten Cocktail dari Majalah Java Kini. Hingga kini, Kafe Batavia tetap eksis dengan konsep dan hidanganya yang telah menjadi ciri khas utama dalam menarik perhatian setiap tamunya baik dari pribumi, ekspat, maupun wisatawan asing.#Khrismiarti/cafebatavia

Khrismiarti Sutrisno
No Comments

Post a Comment

You dont have permission to register

Password reset link will be sent to your email