Background Image

Sepuluh Prinsip Bisnis Ciputra

ir-ciputra

Taman Impian Jaya Ancol, merupakan tempat rekreasi yang hingga kini menjadi tempat favorit anak-anak, remaja, dan keluarga untuk bertamasya. Hasil karya Ciputra tersebut, telah tercatat sebagai tempat rekreasi terbesar pertama di Indonesia dan 10 besar di dunia.

Krisendramedia – Ir. Ciputra,adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk mewujudkan sesuatu. Lebih dari empat dasawarsa, entrepreneur yang akrab di sapa Pak Ci ini telah menciptakan banyak karya yang tersohor hingga ia dikenal sebagai inovator dan pionir dalam bisnis properti.

Lahir tanggal 24 Agustus 1931di Parigi, Sulawesi Selatan, Ciputra pernah tercatat sebagai satu dari sepuluh tokoh bisnis yang berhasil di Indonesia versi Majalah Forbes.

Menurut Ir. Ciputra, entrepreneur adalah seseorang yang inovatif dan mampu mewujudkan cita-cita kreatifnya ke dunia nyata. Seorang entrepreneur mampu mengubah sesuatu menjadi bermanfaat.

Padang ilalang menjadi kota baru, mengubah tempat pembuangan sampah menjadi resor, serta mampu mengubah kawasan kumuh menjadi wilayah gedung pencakar langit. Kalau perlu, di tangan seorang entrepreneur adanya kotoran dan barang rongsokkan dapat ia rubah menjadi sebongkah emas.

Ciri Seorang Entrepreneur

Sebagai entrepreneur sejati, Ciputra telah menggolongkan tiga ciri utama seseorang bisa dikatakan sebagai entrepreneur. Pertama adalah, orang tersebut mampu melihat peluang bisnis yang tidak dilihat atau tidak diperhitungkan oleh orang kebanyakan.

Ia memiliki visi untuk menciptakan sesuatu yang baru dan bersemangat tinggi untuk mewujudkannya dengan bertindak.

Kedua adalah, ia seseorang yang bertindak untuk melakukan inovasi dan mampu mengubah keadaan yang tidak atau kurang menyenangkan menjadi keadaan yang seperti ia inginkan. Sehingga ia dapat dikatakan sebagai seorang inovator dan bukan peniru. ir-ciputra_img

Kemudian yang ketiga, ia adalah seseorang yang mampu dan berani mengambil segala resiko yang terjadi terhadap bisnisnya. Mulai dari resiko financial atau kerugian, hingga resiko mental atau kegagalan.

Dengan kata lain, seorang entrepreneur sejati tak gentar dalam mencapai mimpinya dalam tidur dan dalam kenyataan. Hingga mampu menghadapi tantangan. Siap gagal, siap rugi, siap malu, hingga siap tenar dan siap terkenal.

Ciputra juga berpandangan bahwa orang yang mengelola atau memiliki bisnis belum tentu seorang entrepreneur.

Apabila orang itu memulai bisnis dari meniru bisnis yang sudah berhasil atau pengusaha yang mengelola bisnis milik keluarga, maka ia belum bisa dikatakan seorang entrepreneur.

Karena ia tidak memulai dengan visinya, tidak melakukan tindakan-tindakan inovatif, dan tidak mengambil resiko yang besar. Ciputra berpendapat bahwa mereka itu adalah pebisnis, tapi bukan entrepreneur.

Bisnis dan Pendidikan

Bagi Ciputra, menjadi entrepreneur haruslah belajar dari segala hal. Dari orang-orang di bawahnya, dari segala masalahnya, dari seniornya, bahkan dari semua orang yang berhubungan dengannya. universitas-ciputra

Namun satu hal bagi Ciputra bahwa pendidikan formal seperti sekolah, sebaiknya juga diikuti untuk mencapai sukses seorang entrepreneur.

Ciputra tidak setuju dengan pandangan bahwa tidak diperlukan pendidikan formal dan cukup dengan modal optomisme serta keberanian saja.

Menurutnya, jika hanya mengandalkan bakat saja, memang bisa sukses tapi hanya sampai menengah dan tidak akan berhasil secara optimal.

Mengambil keputusan dengan mengandalkan intuisi tanpa jalur pendidikan, bukanlah suatu pembenaran. Karena menurut Ciputra, intuisi sangat berkaitan dengan ilmu pengetahuan.

Ilmu memang bisa didapat dari mana saja. Namun ada hal-hal tertentu yang juga hanya di dapat dalam dunia pendidikan. Jika digabungkan keduanya, maka sukses akan menyertai seseorang.

Sepuluh Prinsip Bisnis

Dalam membangun bisnisnya, Ciputra memiliki sepuluh prinsip yang ia jalankan untuk mencapai kesuksesannya hingga kini. Kesepuluh prinsip bisnis itu adalah;

1. Mulailah dari apa yang ada pada diri kita yang bisa kita lakukan. Mulai dari pengetahuan, keahlian, hingga bakat yang kita miliki.

2. Mencari mitra bisnis yang dapat melengkapi keunggulan kita.

3. Teliti dan tidak tergesa-gesa dalam mencari mitra bisnis. Gunakan semua jalur yang memungkinkan untuk memperoleh informasi sebanyak-banyaknya.

4. Meyakinkan mitra bisnis dengan memberi manfaat bukan janji-janji serta tetap pada komitmen.

5. Pandai membaca situasi pasar dan cermat untuk memutuskan ya, atau tidak.

6. Janganlah takut untuk memulai usaha yang masih sangat baru jika merasa akan mendatangkan hasil yang lebih baik.

7. Menggunakan intuisi juga sangat diperlukan dalam mengambil keputusan.

8. Mampu meyakinkan banyak orang dengan bisnisnya yang merupakan salah satu cara pemasaran.

9. Kesuksesan juga diperlukan dalam membangun dan bekerja melalui organisasinya dan dalam perjalanan bisnisnya, usahakan membangun sebuah organisasi.

10. Jangan memikirkan kemungkinan gagal. Tapi sebisa mungkin fokuskan pada keberhasilan. Berfikir positif, optimis dan berjiwa besar jika mengalami kegagalan. Kemudian, bangkit kembali untuk menang. #khrismiarti / Theciputra’sway

Khrismiarti Sutrisno
No Comments

Post a Comment

You dont have permission to register

Password reset link will be sent to your email